Bagi Percakapan Hati

Muda Wijaya


percakapanpun sanggup menahan
dingin perjalanan
dan ruang sederhana yang kita bawa
pekarangan bagi mata.

aku yang masuk dalam masa lalumu
bukanlah cahaya
bukan pula
pohon rindang kau sangka.

kita adam dan hawa dibuang waktu
dipertemukan di hari sabtu
pada hamparan batu
mebawa rabu yang ngilu
melepas tafsir cahaya air di taman
bersetubuh rindu yang dikeramatkan.

ini percakapan
bukan kebosanan mencintai
tapi
sandaran aku tawarkan
sambil membaca zaman

fahami
ruang ini mudah dibusukkan harihari
sebab dindingdindingnya
tak sempurna serap cahaya.

benar
percakapanpun sanggup menahan
dingin perjalanan
dan ruang sederhana yang kita bawa
pekarangan bagi mata.

~ oleh muda wijaya pada Januari 2, 2009.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.