Doa Masa Depan
Muda Wijaya
hari demi hari terus saja merambat
dan usia lanjut demikian tarasa singkat
yang tua senang memandang
bunga bunga tumbuh berkembang
dan suarasuara angin menyelinap
diantara letih sepasang mata menyirap
tak ada potret terpajang
dalam kalender hanya tertulis kenangan
harihari yang terbentang
catatan jalanjalan tempat bagi sandaran
hari ini ada kau temukan lagi
gerbang gerbang pintu bercahaya lagi
rumah rumah tersusun rapi
wujud untuk kekasih sejati
gambarlah peta di meja kerja
dan pandang cuaca dari jendela
matikan asap dari mulut yang menyala
atur dada senantiasa sedemikian rupa
ayo melangkah dan keluar rumah
memandang bulan berebah rekah
rantingranting bintang yang melintang
untuk kehidupan yang panjang
mari buka dada
benamkan bintangbintang dalam doa
serupa perahuperahu pulang habis menjala

Tinggalkan Balasan