Fragmen di Hari Minggu
di hari pertama bertemu kenapa harus memejamkan mata.
aku sudah jauh meraba gerimis jatuh di kulitmu yang tipis
dan dingin telah mengurung membuat detak jantung murung.
kekasihku. jangan menulis kekosongan dengan suara yang menggantung
pada sekawan senja untuk usia kita yang masih menyalakan warna bunga
untuk ruang cinta yang kau temukan renta dan runtuh di kabut menganga.
di jalanjalan tak sempurna udara lebih sempurna bersekutu mengirim racunnya
sesakkan dada butakan mata membuat seluruh rencana terlunta untuk jalan cita
halaman masa depan di mana banyak pohonpohon bermekaran dipenuhi bunga
buah dari persilangan rasa cinta pada olahan tanah gembur subur yang makmur.
jangan memutus pandang untuk rencana yang matang di halaman tempat kita berladang
buat pijakan untuk kaki tangan pikiran dan perasaan dalam melepaskan seluruh belengu
dan pada hamparan yang termangu jejakkan suarasuaramu yang meramu sejatinya rindu
bakal pokok cahaya untuk bekal pada semesta yang membagi seluruh berkah rasa kasih
lalu diami hening yang menguning di hati membiarkan manis jarijari matahari melukisi.
Desember 2007

Tinggalkan Balasan